Selasa, 07 Juni 2016



KEJUJURAN DIRI

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang wanita paruh baya dan seorang laki-laki remaja. Wanita paruh baya tersebut bernama bu Yam dan anaknya bernama Radit. Mereka hidup di desa yang jauh dari perkotaan.  Pekerjaan wanita ini hanya mencari kayu bakar. Sedangkan anaknya sekarang sedang menduduki bangku SMA, tepatnya kelas 12 atau kelas 3 SMA. Anak tersebut senang karena dirinya akan segera lulus sekolah. Namun ibunya justru sedih dan bingung memikirkan bagaimana keadaan anankya setelah lulus sekolah besok. Apakah anaknya akan melanjutkan keperguruan tinggi atau justru mencari pekerjaan yang ada disekitar desa. Memang anak tersebut termasuk anak yang cerdas dan rajin disekolahnya, namun tetap saja ibunya bingung dengan masa depan anaknya itu. Ibunya takut jika Radit itu pergi jauh dari desa tersebut karena pasti ia akan hidup sendiri di desa. Ibu pun sering sakit-sakitan dan selalu memaksakan pekerjaannya.

Pada suatu hari, Radit pulag dari sekolah. “ Assalamu’alaikum ibu! ”, sapa Radit. “ Iya nak. Kau sudah pulang? ”, jawab si ibu. “ Sudah bu. Apakah ibu sudah makan?”, tanya si anak. “ Ibu sudah makan, sekarang ganti pakaian lalu makan dulu nak ”. Perintah ibu. “ Ya bu“. sahut si Radit. Setelah Radit berganti pakaian dia pun langsung menuju tempat makan dan saat dia melihat makanan yang ada diatas meja dia pun sedih karena makanan yang ada disitu hanyalah nasi, ikan asin, dan sambal. Hampir setiap hariia hanya makan makanan seperti itu. Setiap hari pun hanya ada sepiring nasi, ikan asin, dan sambal yang selalu ia makan setiap pulang sekolah. Untuk pagi harinya ia tidak pernah makan atau sarapan. Iya hanya minum segelas air kendi yang ada di dapur. Tetapi Radit beruntung karena teman-temannya di sekolah baik dan tak jarang membawakan jajan ataupun makanan untuk Radit. Namun dengan imbalan Radit harus mau mengerjakan tugas atau pekerjaan rumah (PR) milik teman-temannya tersebut. Jika dia tidak seperti itu, mungkin dia hanya akan bisa makan sehari sekali saja. Terkadang dia sebal dengan ulah teman-temannya yang selalu memperlakukan dirinya seenak mereka. Radit hanya dianggap seperti seorang budak yang diperintah untuk ini itu. Namun apa daya Radit butuh uang yang terkadang mereka berikan untuk membeli buku maupun untuk membayar keperluan sekolah yang lain. Ibumemang tidak pernah tahu apa yang aku lakukan disekolah. Ibu hanya tahu aku anak yang sering mendapat nilai bagus dan prestasi yang baik disekolah. Ibu tidak tahu aku mendapat nilai dan prestasi itu dari mana, entah aku belajar denagn sungguh-sungguh atau denancara yang curang. Ibu juga tidak pernah tahu bahwa dari kelas 10 atau kelas 1 SMA aku selalu diperlakukan semaunya oleh teman-temanku. Aku memang tidak pernah menceitakan hal-hal yang buruk yang aku lakukan selama aku berada disekolah. Aku kadang berpikir inigin mnceritakan hal-hal itu kepada ibu namun aku takut jika ibuku melarangku dan kemudian ibu bekerja lebih keras lagi, memaksakan dirinya untuk bekerja agar aku dapat membayar keperluanku disekolah. Aku takut karena ibuku sering sakit-sakitan. Aku juga sering berpikir “ Apakah ibu juga sering makan nasi seperti ku?”. Jika ibu juga memakan nasi sepertiku pasti terdapat 2 piring diatas meja. Namun mengapa setiap hari hanya selalu tersedia 1 piring nasi saja yang disediakan ibu untuk ku. Aku sering berpikir apa iya bu tidak pernah makan nasi.

Sekarang aku libur sekolah karena hari ini hari minggu. Pada saat aku bangun pagi untuk salat tahajud ibu pun sudah berwudhu dan akan segera salat malam juga. Setelah itu kita pun salat subuh berjamaah setelah melakukan shalat malam. Karena salat malam yang tadi dilakukan itu sudah hampir mendekati waktu subuh. Setelah salat subuh aku pun tidur sejenak hingga hari pun mulai terang. Namun tidak dengan ibu. Ibu justru berdo’a dan berdzikir terus hingga hari mulai terang. Saat aku terbangun pun ibu sudah bersiap-siap untuk mencari kayu bakar. Namun saat ibu akan berangkat, hujan pun langsung turun dengan derasnya di pagi hari diikuti dengan suara petir yang menggelegar. Ibu pun tidak jadi berangkat untuk mencari kayu. Ibu masuk lagi kedalam rumah dan mengobrol bersamaku. Ibu bertanya “ Apa kamu lapar Dit?”. Radit menjawab “ Tidak bu. Aku tidak lapar. Apa ibu lapar?”. “ Tidak. Ibu tidak lapar”, jawab si ibu. Namun disaat mereka asik berbincang-bincang terdengarlah suara perut ibu yang keroncongan dan sepertinya itu menandakan bahwa ibu sedang lapar. Tiba-tiba Radit masuk kedalam kamarnya dan saat ia keluar ia membawa sebuah kotak yang berisi kue dan roti yang enak. Ibu terkejut melihat isi dari kotak tersebut. Ibu juga mengira bahwa Radit mencuri makanan itu. “ Radit tidak mencuri makanan ini bu. Radit diberi oleh teman Radit yang ada disekolah ”, kata Radit. Ternyata saat pulang sekolah Radit diberi sebua kotak yang berisikan makanan oleh teman-temannya disekolah. Terkadang Radit juga diberi roti oleh gurunya yang baik namun hanya ada 1 buah saja yang biasa aku makan saat aku merasakan lapar sekali. Setelah aku berkata seperti itu kepada ibu. Ibupun akhirnya mau memakan roti tersebut. Wajah ibu sangat sumringah dan senang saat sedang makan roti tersebut. “ Rasanya sungguh enak nak ”,kata ibu. “ Iya bu. Apa ibu suka?”, tanya si anak. “Iya ibu suka sekali nak “, sahut si ibu. Sang anak pun tersenyum dan bahagia melihat wajah si ibu. Hingga pada suatu hari, Radit berangkat ke sekolah dan mengikuti pelajaran seperti biasa.

Disaat pulang sekolah anak-anak pun berhamburan keluar kelas. Kebetulan ada sebuah handphone yang terjatuh didekat bangku Radit setelah berhamburannya anak-anak yang lain. Radit sangat bingung saat melihat handphone tersebut. “ Milik siapa ini?”, ucap Radit. Radit takut melihat handphone itu. Radit bingung karena hanya ada Radit seorang yang berada dikelas tesebut. Pada akhirnya dia memberanikan diri untuk mengambil handphone itu. Kemudian tanpa berpikir lama dia membuka handphone itu agar tahu siapa pemilikinya. Setelah dia membuka handphone tersebut dia sekarang tahu bahwa ternyata handphone itu milik Alan, teman sekelasnya yang terkenal tajir dan sombong. Kemudian dia langsung tergesa-gesa pergi keluar kelas dan mencari si Alan. Namun alhasil Alan sudah tidak berada disekolah. Radit pun bingung lagi, mau dikemanakan handphone tersebut. Setelah beberapa saat dia berpikiran akan membawa handphone itu pulang ke rumah lalu besok pagi akan dikembalikan ke Alan lagi. Setelah itu dia langsung pulang kerumahnya dengan perasaan hati yang tidak tenang. Setelah beberapa waktu, malam hari pun tiba. Setelah Radit dan ibunya melakukan salat berjamaah tiba-tiba terdengar suara orang yang sedang mengetuk pintu dengan keras dan terdengar suara yang memanggil nama Radit. Radit dan ibunya pun keluar rumah untuk melihat siapa yang datang kerumahnya tersebut. Saat pintu telah dibuka ternyat ada Alan, teman Radit yang memiliki handphone tadi. Saat itu juga Alan marah-marah dan mengolok-olok Radit karena handphoe yang tadi ditemukannya. Alan menuduh Radit, bahwa Raditlah yang mencuri handphone tadi. Si ibu pun bingung dan kaget saat mendengar tuduhan tersebut. Saat itu Radit pun masuk kedalam rumah dan mengambil handphone itu yang kemudian dikembalikan ke Alan. Alan berkata “ Nah, sudah terbuktikan bahwa Radit yang mengambil handphone ku ”. Radit menjawab “ Sungguh bukan aku yang mengambil handphone itu. Tadi aku hanya melihat barang itu disamping mejaku lalu aku ambil dan besok akan aku kembalikan kepadamu. Karena kemarin aku elah mencarimu keliling sekolah tapi kamu sudah tidak ada “. “ Alah, itu hanya alasan mu saja”, sahut si Alan. Kemudian si ibu pun berkata “ Nak, mengapa kamu mengecewakan ibu. Ibu tidak pernah berpikiran bahwa kamu seberani itu nak”. Ibu memperlihatkan ekspresi  kecewanya dengan berkata seperti itu. Saat itu juga wanita paruh baya itu hanya bisa mengelus dada. Matanya nanar dan berkaca-kaca. Kemudian Alan langsung pergi dari rumah Radit. Radit pun langsung menyusul ibu nya kedalam kamar dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Namun ibu masih belum percaya dan hanya diam saja saat Radit menjelaskan semuanya. Beberapa waktu kemudian, akhirnya Raditpun tertidur dikamar si ibu dan si ibu pun menangis semalaman karena belum dapat mempercayai semua itu.

                Hingga pada pagi hari Radit berpamitan kepada ibunya. Namun si ibu tetap diam saja dan bersikap sangat dingin kepada Radit. Saat di perjalanan, perasaan Radit pun sanga tidak karuan. Karena dia berpikir bahwa pasti saat disekolah nanti akan di cemooh oleh teman-temannya dan saat dirumah sikap ibunya pun sangat dingin. Ternyata benar dugaannya tersebut. Saat dia sampai disekolahnya, dia di cemooh dan dikucilkan oleh teman-temannya. Hari ini dia pun sangat sedih dan tidak konsentrasi belajar saat disekolah karena suasana yang tidak enak tersebut. Sesampainya dirumah, dia melakukan aktivitas seperti biasa. Namun kebetulan hari ini si ibu tidak menyiapkan makanan sama sekali karena beliau tidak  mencari kayu bakar sehingga dia tidak punya uang untuk membeli makanan. Tiba-tiba setelah Radit mengganti pakaian , si ibu pun memanggil Radit. Radit pun menghampiri ibu nya yang sedang duduk di teras luar. Ibu nya berkata “ Nak, jujur saja pada ibu apa yang sebenarnya terjadi. Tidak usah menutupi apapun dari ibu”. “ Bu, Radit jujur. Radit tidak mencuri handphone itu. Radit hanya menemukannya disamping meja jadi Radit ambil. Radit sama sekali tidak ada niat mencuri. Radit hanya akan mengembalikannya esok hari,” kata Radit. “ Ibu percaya nak tentang itu. Tapi yang ibu bingungkan mengapa kamu tidak pernah meminta uang kepada ibu untuk membayar keperluan sekolahmu?. Apakah ada yang kamu tutupi dari ibu ?,” sahut ibu. Radi menjawab “ Terimakasih bu. Ibu telah percaya pada Radit. Radit tidak mau memebani ibu, ibu telah merawat Radit hingga Radit dapat bertahan dan bersekolah sampai sekarang. Radit mendapatkan uang dari sekolah da dari teman-teman. Karena Radit sering menbantu mereka bu. Radit tidak menutupi apa-apa dari ibu. Apakah ibu menutupi sesuatu dariku?”. “ Ibu tidak menutupi apa-apa nak,” kata ibu. “ Ibu tidak jujur pada ku. Aku sudah jujur pada ibu. Aku hanya bertanya 1 pertanyaan pada ibu. Mengapa selama ini ibu hanya menyediakan sepiring saja yang biasanya aku makan. Apa ibu tidak pernah makan?”. Tanya Radit. “ Ibu selama ini bekerja mencari kayu bakar dan menjadi kuli panggul di pasar. Jadi ibu selalu diberi upah namun upah itu hanya cukup untuk membeli beberapa keperluan sehari-hari dan makanan sepiring itu nak. Ibu makan dari makanan yang diberikan juragan ibu. Maafkan ibu selama ini ibu menutupi semuanya. Ibu hanya takut semua ini menjadi beban pikiranmu,” jawab ibu. “ Iya bu. Mulai sekarang jangan ada yang di tutupi ya bu. Kita saling jujur dan terbuka tentang apapun. Agar jika ada masalah dapat dipecahkan bersama. Radit mengerti mengapa ibu melakukan semua itu,” sahut Radit. “ Iya nak. Terimakasih nak kamu telah mengerti ibu,” jawab ibu. Akhirnya merekapun saling jujur dan berjanji tidak akan saling menutup-nutupi apapun itu. Mereka pun merasa lebih baik karena dapat memecahkan masalah dan mencari jalan keluar secara bersama saat sedang ada masalah.


Siswa siswi kelas 10 SMAN 2 Magelang mengikuti kegiatan rutin yang diadakan sekolah. Kegiatan ini biasa disebut PLS yang berarti pelajaran luar sekolah. PLS ini diadakan setiap tahun oleh SMAN 2 Magelang yang harus diikuti oleh siswa siswi kelas 10 sebagai syarat penilaian. Pada tahun ini yang mengikuti PLS sekitar 270 an siswa. Dari 270 siswa tersebut dibagi menjadi 6 bus. Setiap bus berisikan sekitar 30 siswa yang didampingi oleh 2 guru, 1 pemandu, dan 1 supir bus. Untuk setiap siswa pun mendapatkan kaos seragam yang berwarna abu-abu untuk digunakan sebagai identitas. Dari setiap bus juga terdiri dari  siswa siswi yang berbeda-beda asal kelasnya, ada dari IPA dan juga IPS.
 Tujuan pertama kami adalah mengunjungi Sritex. Kami berangkat dari sekolah sekitar jam 7 pagi dan sampai di Sritex sekitar jam 10 pagi. Sritex memiki singkatan PT Sri Rejeki Isman. Sritex merupakan perusahaan tekstil dan garmen terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan ini berlokasi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Sritex tersebut telah mengekspor pakaian fashion sejumlah merek terkenal di dunia. Paling prestisius sebanyak 30 negara di dunia menggunakan seragam militer yang diproduksi Sritex. PT Sritex didirikan oleh Lukminto yang harus berjuang dari nol dan sempat mengalami jatuh bangun sebelum perusahaan tersebut menjadi besar dan sukses seperti saat ini. Beliau sendiri memulai berdagang di kios nomor 12 dan 13 di Pasar Klewer, Solo sejak tahun 1996, yang diberi nama UD Sri Rejeki. Perusahaan ini mampu membuat pabrik pada tahun 1968 dengan memperkerjakan 200 orang. Namun sekarang. Namun sekarang sangantlah menajubkan, Sritex mampu memperkerjakan hingga 25.000 orang. Yang sebagian besar merupakan orang-orang dari daerah pabrik tersebut. Dengan jumlah karyawan sebanyak itu, berarti pabril ini mampu membantu mengurangi jumlah pengangguran yang ada saat ini. Pabrik Sritex saat ini mampu memproduksi pakaian sebanyak 16 juta buah pertahunnya. Di Sritex kami diperlihatkan proses pembuatan hingga pengemasan pakaian yang diproduksi oleh mereka. Kami di sana di pandu oleh salah satu pegawai yang bekerja di pabrik tersebut.
Kunjungan kedua kami setelah dari Sritex yakni ke Sangiran. Kami sesampainya di Sangiran sekitarjam 3 sore, yang bertepatan dengan waktu solat asar. Kami di sana langsung dipersilahkan masuk dan diceritakan sebagian isi Sangiran oleh pemandu yang telah disediakan. Kegiatan ke Sangiran ini dilakukan agar kami dapat mengetahui, menghargai, mencintai sejarah manusia maupun sejarah Indonesia.Museum Manusia Purba Sangiran terletak di kawasan Situs Sangiransi Desa Krikilan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen Jawa Tengah, sekitar 17 km kearah utara kota Solo(menurut peta). Museum ini merupakan perwujudan dari potensi yang dimiliki Situs Sangiran, khususnya dalam hal memahami evolusi manusia, budaya, dan lingkungan paling tidak sejak 2,4 juta tahun silam. Tidak hanya tentang Situs Sangiran, Museum Manusia Purba Sangiran juga menyajikan berbagai informasi ilmiah tentang evolusi alam semesta, bumi, dan makhluk yang ada di dalamnya sejak awal pembentukan hingga kondisi aktual saat ini. Sajian pameran di museum ini dibagi menjadi 3 segmen ruang pamer, yaitu ruang pamer “Kekayaan Sangiran”, ruang pamer “Langkah-langkah Kemanusiaan ”, dan ruang diorama “Masa Keemasan Homo Erectus”. Selain menyajikan koleksi-koleksi fosil asli, Museum Manusia Purba Sangiran juga menampilkan diorama-diorama yang menarik untuk memberikan ilustrasi lebih nyata mengenai benda koleksi yang dipamerkan. Alat peraga touch screen juga disediakan agar pengunjung bisa menjelajah  informasi yang ingin diketahui lebih lanjut. Keberadaan Museum Manusia Purba Sangiran iharapkan mampu memberikan informasi bagi pengunjung sehingga dapat menambah pemahaman pengunjung terhadap evolusi manusia, budaya, dan lingkungan di Situs Sangiran, yang telah dijadikan Warisan Dunia oleh UNESCO sejak tahun 1996.
            Ruang Pamer 1 – Kekayaan Sangiran
Memasuki ruang pamer ini, pengunjung disuguhi informasi mengenai evolusi dari inti sel tunggal hingga manusia, selain itu juga evolusi binatang. Fosil yang dipamerkan di antaranya fosil gading gajah, tengkorak gajah purba, tengkorak manusia, buaya, kepala kerbau, kepala banteng, badak, harimau, babi, kura-kura, kerang, serta kuda sungai purba. Fosil temuan di tempatkan dalam diorama sehingga terkesan lebih menarik. Diruang ini juga terdapat diorama kehidupan Homo erectus di Sangiran, vitrin dan panel teknik pembuatan serta penggunaan alat batu.
            RuangPamer 2 – Langkah-langkah Kemanusiaan
Di ruang animasi ini, pengunjung disambut dengan poster raksasa “Dari Big Bang Sangiran Tercipta”.Terdapat beberapa segmen yang bisa dinikmati pengunjung, antara lain ruang audio visual mengenai sistem tata surya, pengenalan planet bumi, evolusi menuju makhluk manusia, sejarah dan tokoh teori evolusi, proses migrasi manusia penemuan jejak evolusi manusia, perintis museum Sangiran, sejarah geologi kepulauan nusantara, hadirnya manusia purba Homo erectus pertama kali di Indonesia, sebaran situs dan evolusi mereka di Indonesia selama 1 jutatahun, muncul dan evolusi Homo sapiens Sang Manusia Modern, proses hunian Nusantara hingga saat ini, dan kegiatan penelitian ekskavasi. Ada berbagai diorama yang sangat unik untuk dinikmati anatara lain mengenai tokoh Eugene Duboi, G. H. R. von Koenigswald, perburuan binatang oleh Homo erectus, perapian, penggalian arkeologis, serta penguburan.
            Ruang Pamer 3 – Masa Keemasan Homo erectus 500.000 tahun yang lalu
Ruang pamer utama ini menyajikan situasi Situs Sangiran di jaman keemasannya pada sekitar 500.000 tahun yang lalu. Sebuah diorama raksasa berukuran diameter 24 meter dan tinggi 12 meter menyajikan kehidupan sehai-hari Homo erectus. Selain itu juga disajiakan manekin rekonstruksi Homo erectus S17 dan Homo floresiensis yang canggih karena tampak alamiah.
            Setelah mengunjungi semua ruangan yang ada di Sangiran, kamilangsung melakukan solat Asar dimasjid yang telah disediakan oleh Sangiran. Setelah solat kami langsung bersiap-siap untuk mengunjungi Solo Square. Kami pergi dari Sangiran sekitar jam 5 sore. Sampaidi Solo Square pun sekitar jam 6 sore. Sesampainya di sana kami berjalan-jalan sambil berbelanja pakaian maupun makanan. Kami di Solo Square hingga jam 8 malam. Setelah itu kami langsung pergi meninggalkan Solo dan kembali ke Magelang. Sampai di Magelang, kami langsung beranjak pulang dengan di ejmput oleh keluarga masing-masing. Kegiatan ini sangatlah bermanfaat untukkmai, selain menambah pengetahuan kami juga menambah banyak pengalaman yang belum tentu dapat terulang kembali. Kami disana tidak lupa untuk mengabadikan moment-moment yang tadi dilalui dengan mengambil foto dan video.

Sabtu, 05 Desember 2015

TEKS ANEKDOT


“KPK”

            Pada suatu hari, ada seorang anak yang baru saja menginjak SMP pulang dari sekolahnya. Kemudian ia langsung menemui ayahnya yang sedang duduk di teras rumah dan langsung bertanya.
          Si anak bertanya “Apa ayah tahu arti dari KPK yang biasa ditelevisi itu? ”. Kemudian ayah pun menjawab “Ya tahulah. KPK itu kan yang mengurus tentang korupsi”. “Iya, aku juga tahu kalau itu. Memangnya KPK memiliki kepanjangan apa, Yah? ” kata anak.  Ayah menjawab kembali “KPK itu Komisi Perlindungan Koruptor Hahaha.”(sambil tertawa). Setelah itu si anak terus bertanya kepada ayahnya. Si anak berkata “Loh, bagaimana bisa diartikan seperti itu? ”(melotot dan bingung). “Iya bisa lah, kan para koruptor yang dipanggil oleh KPK malah dilindungi , bukan malah ditangkap lalu dilaporkan kepada pihak yang berwajib.” kata ayah. “Benar juga ya. Terkadang yang ditangkap dan dikurung saja tetap dapat bergaya hidup mewah”. (sambil melipat tangannya didepan dada). Ayah pun menjawab “Nah, anak ayah saja tahu. Bagaimana mau berkurang koruptornya jika ketua dari KPK nya saja juga korupsi?.” “Iya, kalau negara kita seperti ini terus........” (dengan nada panjang) kata si anak. Kemudian ayah dan anak berkata bersama “Apa kata dunia?!.”(sambil ketawa). Lalu si anak pun masuk ke rumah untuk berganti pakaian dan ayah pun menyusul masuk ke dalam rumah.


BERITA


“BERITA HUT SMADA”

Selamat Siang Pemirsa

Kembali lagi dengan saya, Aulia Insani Putri di Begarlist Berita.

Pada Senin, 26 Oktober 2015 saya akan membawakan berita tentang HUT SMAN 2 Magelang yang ke-36. Pada HUT kali ini bertemakan “Passion for Bright Future”. HUT SMAN 2 Magelang ini tepatnya jatuh pada tanggal 22 Oktober 2015.

Untuk memeriahkan hari jadi SMADA, maka diadakan beberapa acara yang dipanitiai oleh Pengurus OSIS kelas 10, 11, dan 12. Salah satu acaranya adalah lomba-lomba yang diikuti oleh anak-anak TK, SD, dan SMP. Lomba-lomba yang diadakan ada lomba voli, fashion show, menggambar, story telling, dan lain-lain. Lomba ini dilaksanakan pada tanggal 18-23 Oktober 2015.

Ada juga acara pentas seni. Pensi ini diikuti oleh siswa-siswa SMA 2 Magelang. Setiap kelas harus menampilkan 1 pensi. Jika tidak menampilkan maka akan dikenai denda Rp. 300.000,00. Untuk pensi, telah disediakan tema, yakni “Begarlist Infinity” yang memiliki makna Begarlist tanpa batas. Dalam pensi ini ada yang manampilkan tari tradisional, dance, drama, akustik, dan lain-lain. Pensi ini dilaksanakan pada tanggal 24 Oktober 2015.

Namun sebelum pensi, pada pagi harinya diadakan lomba menghias tumpeng yang diwakili oleh 4 anak/kelas. Pada puncak acaranya tanggal 25 Oktober 2015 diadakan juga pelepasan balon yang bertuliskan HUT SMADA 36, dilanjutkan dengan kegiatan jalan santai yang diikiuti oleh warga SMAN 2 Magelang dan warga sekitar sekolah. Setelah jalan santai ada juga pembagian doorprize dan penampilan bintang tamu, antara lain Loz Pakualam, Candytrip, dan masih banyak lainnya.

Acara ini berlangsung sangat meriah. Ditambah lagi dengan adanya stand makanan dan minuman yang menambah ramainya acara.

Sekian berita yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat.

Selamat Siang dan Selamat Beraktivitas.


Salam SMADA.

TEKS EKSPOSISI


“Kerugian Belajar Wayangan”

Sistem kebut semalam dalam belajar biasanya dilakukan siswa sekolah saat akan melaksanakan ulangan, baik ulangan harian biasa maupun ulangan tengah atau akhir semester. Dalam sistem belajar seperti ini siswa justru akan mendapat banyak kerugian. Kerugiannya siswa hanya dapat mengingat materi yang dipelajarinya dalam jangka waktu yang pendek berbeda dengan siswa yang belajar dengan sistem lain. Belajar dengan sistem wayangan ini dapat membuat badan dan otak melemah serta jenuh. Dengan belajar seperti itu berarti siswa hanya memiliki waktu istirahat yang terbatas atau sedikit.

TEKS LHO


“Tabel Siswa X MIA 4”
           
          Di SMA NEGERI 2 Magelang terdapat 2 jurusan IPA dan IPS baik untuk kelas 10, 11, maupun 12. Terutama untuk kelas 10 dibagi menjadi 5 kelas IPA dan 3 kelas IPS. Dari kelas 10 IPA 1, 2, 3, 4, dan 5 memiliki jumlah siswa yang berbeda-beda.
          Untuk kelas 10 IPA 4 atau X MIA 4 berdasarkan observasi terdapat 8 siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan dengan latar belakang dan kepribadian yang berbeda-beda.
          Disediakan tabel dari siswa kelas X MIA 4 :

NAMA
PEKERJAAN ORANGTUA
PNS
TNI/POLRI
SWASTA
WIRASWASTA
PETANI
Agustina Rahayuningtyas




Ahmad Fatoni




Alya Dwi Maharani




Annisya Nurul Hidayah




Atharida Salma Nafisa




Aulia Insani Putri




Ayu Nabiha Septiyani




Bagus Wijayanto




Desti Andrias Widati




Devi Nurdianti




Dwi Puji Lestari




Eka NurWulan Hikma Sari




Feby Milenia Yahya Krisna Putri




Hermawan Ristu Ramadhan




Khusnul Ratna Sari




Lestari Widyaningsih




Masfufah




Mirza Abdul Rozak




Muhammad Akbarodin




Muhammad Misbakhul Munir




Nafla Salsabila




NoviaFebriyanti




Nurul Latifah




Salma Nur Aeni




Sekar Latifatul Aliyah




Shinta Dyah Putri Utami




Syaebatul Hamdi




Wahyu Dwi Kurniawati




Wildan Anwar Hakim




Zahrotul Fitriani





          Dapat dilihat pada tabel bahwa profesi orangtua siswa beragam. Pada tabel diatas terdapat 5 siswa yang orangtuanya PNS, hanya terdapat seorang siswa saja yang orangtuanya bekerja sebagai TNI/POLRI, terdapat 7 siswa yang orangtuanya bekerja swasta, terdapat juga 13 siswa yang orangtuanya bekerja sebagai wiraswasta, dan yang terakhir terdapat4 siswa yang orangtuanya bekerja sebagai petani.

 Dari data diatas dapat disimpulkan orangtuanya siswa paling banyak bekerja sebagai wiraswasta dan yang paling sedikit yakni sebagai TNI/POLRI yang hanya ada seorang siswa saja.