“KPK”
Pada
suatu hari, ada seorang anak yang baru saja menginjak SMP pulang dari
sekolahnya. Kemudian ia langsung menemui ayahnya yang sedang duduk di teras
rumah dan langsung bertanya.
Si anak bertanya “Apa ayah tahu arti dari KPK yang biasa ditelevisi itu? ”. Kemudian ayah pun menjawab “Ya tahulah. KPK itu kan yang mengurus tentang korupsi”. “Iya, aku juga tahu kalau itu. Memangnya KPK memiliki kepanjangan apa, Yah? ” kata anak. Ayah menjawab kembali “KPK itu Komisi Perlindungan Koruptor Hahaha.”(sambil tertawa). Setelah itu si anak terus bertanya kepada ayahnya. Si anak berkata “Loh, bagaimana bisa diartikan seperti itu? ”(melotot dan bingung). “Iya bisa lah, kan para koruptor yang dipanggil oleh KPK malah dilindungi , bukan malah ditangkap lalu dilaporkan kepada pihak yang berwajib.” kata ayah. “Benar juga ya. Terkadang yang ditangkap dan dikurung saja tetap dapat bergaya hidup mewah”. (sambil melipat tangannya didepan dada). Ayah pun menjawab “Nah, anak ayah saja tahu. Bagaimana mau berkurang koruptornya jika ketua dari KPK nya saja juga korupsi?.” “Iya, kalau negara kita seperti ini terus........” (dengan nada panjang) kata si anak. Kemudian ayah dan anak berkata bersama “Apa kata dunia?!.”(sambil ketawa). Lalu si anak pun masuk ke rumah untuk berganti pakaian dan ayah pun menyusul masuk ke dalam rumah.
Si anak bertanya “Apa ayah tahu arti dari KPK yang biasa ditelevisi itu? ”. Kemudian ayah pun menjawab “Ya tahulah. KPK itu kan yang mengurus tentang korupsi”. “Iya, aku juga tahu kalau itu. Memangnya KPK memiliki kepanjangan apa, Yah? ” kata anak. Ayah menjawab kembali “KPK itu Komisi Perlindungan Koruptor Hahaha.”(sambil tertawa). Setelah itu si anak terus bertanya kepada ayahnya. Si anak berkata “Loh, bagaimana bisa diartikan seperti itu? ”(melotot dan bingung). “Iya bisa lah, kan para koruptor yang dipanggil oleh KPK malah dilindungi , bukan malah ditangkap lalu dilaporkan kepada pihak yang berwajib.” kata ayah. “Benar juga ya. Terkadang yang ditangkap dan dikurung saja tetap dapat bergaya hidup mewah”. (sambil melipat tangannya didepan dada). Ayah pun menjawab “Nah, anak ayah saja tahu. Bagaimana mau berkurang koruptornya jika ketua dari KPK nya saja juga korupsi?.” “Iya, kalau negara kita seperti ini terus........” (dengan nada panjang) kata si anak. Kemudian ayah dan anak berkata bersama “Apa kata dunia?!.”(sambil ketawa). Lalu si anak pun masuk ke rumah untuk berganti pakaian dan ayah pun menyusul masuk ke dalam rumah.
Ya, terima kasih. Sebaiknya tulisan dibuat rata kanan kiri. Penulisan dialog juga perlu dikaji lagi.
BalasHapus